Kabar Pontianak, W2B.CO.ID – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Florentinus Anum mengatakan tiap-tiap dua bulan sekali Kalbar ekspor 53 ton duren ke China.

\\\”Dari data Badan Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak tercatat tiap-tiap dua bulan sekali di tahun ini dari Kalbar ekspor duren beku telah lumayan capai 53 ton,\\\” ujarnya di Pontianak, Selasa.

Dia menerangkan semenjak Februari, April, Juni 2021 ekspor duren hal yang demikian dalam wujud beku. Dikala ini, menurutnya, di Kalbar ada sebagian pabrik pengolahan duren.

\\\”Pabrik duren hal yang demikian siap menampung. Nah, tinggal perkuat kelembagaan petani via poktan (kategori tani). Nanti membikin perjanjian kerja sama dengan pabrik. Dengan demikian itu pasar dan harga tentu terjamin,\\\” kata ia.

Untuk luas panen dan produksi duren di Kalbar sendiri, pada 2020 luas panen 1.268 hektare dengan produksi 14.672 ton.

\\\”Pada 2020 ada penurunan produksi (duren) dari tahun sebelumnya yang menempuh 27.207 ton dari luas panen 2.851 hektare,\\\” katanya.

Sejauh ini, lanjut ia, sebagian tipe duren lokal Kalbar telah diatur menjadi varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian seperti Duren Balening, Duren Jemungko Kuning, Duren Serumbut, Duren Slipi, Duren Tembaga berasal dari Kabupaten Sanggau, Duren Jarum Mas dari Kabupaten Kubu Raya, dan Duren Empakan dari Kapuas Hulu.

\\\”Terupdate Duren Serumbut telah dilepas menyusul tipe duren lainnya seperti Duren Mansau, Duren Raja Mabah, Duren Sawah Mas, Durin Aspar, Duren Kalapet, Duren Lokad, Duren Manjar, Duren RinBud dan Duren Torong,\\\” kata ia.

Dalam rangka meningkatkan skor tambah dan ekonomi petani sejumlah kesibukan sudah dan akan terus dilaksanakan bagus di tingkat kabupaten atau provinsi seperti kontes duren.

\\\”Dengan adanya kontes duren akan bisa menggali dan mengenalkan duren. Dengan demikian itu otomatis dapat membuka pasar dan meningkatkan pendapatan petani,\\\” katanya.

Redaktur W2B.CO.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here