Berita JABAR, W2B.CO.ID – Obyek liburan di Kabupaten Majalengka masih belum dibuka di masa perpanjangan PPKM yang sudah diputuskan pemerintah sentra. Akhirnya, muatan berat dunia pariwisata di kabupaten berjuluk Kota Angin ini kian panjang.
Situasi seperti itu membikin pengelola liburan semestinya kembali bersabar dan menunggu sampai ada keputusan diperkenankannya kembali daerah liburan buka.

Salah satu pengelola obyek liburan di Majalengka Mulyadi mengatakan, akan konsisten mematuhi regulasi hal yang demikian. Melainkan, dengan kebijakan memperpanjang PPKM Tingkatan 3 cukup memberatkan para pengelola liburan. “Padahal regulasi semestinya konsisten dipatuhi, melainkan tetep menyengsarakan.

Majalengka kini masuk PPKM Tingkatan 3, obyek liburan masih tutup, belum dapat beroprerasi. Harapanya mah kencang tuntas lah, lenyap Coronanya. Telah pusing,” kata Mulyadi yang juga salah satu pengelola obyek liburan Terasering Panyaweuyan, Argapura itu.

Semenjak pelegalan PPKM yang diawali dengan PPKM Darurat pada permulaan Juli lalu, ia mengaku cukup memukul para pengelola liburan. Pasalnya, meski tak ada pemasukan lantaran tak ada kunjungan, namun perawatan konsisten semestinya dikerjakan.

TOP 5, Virus Korona Telan Korban di Indonesia dan Sri Mulyani Meminta BPJS Buka-bukaan “Pelegalan PPKM yang otomatis kegiatan serba terbatas, obyek liburan pada tutup, padahal perawatan semestinya konsisten dilakukan.

Kita butuh solusi, butuh bantuan juga dari pemerintah selama PPKM semenjak 3 Juli. Ya cukup terasa memberatkan kehidupan lah, secara khusus para pelaku usaha,” ujar ia.

Pemkot Bandung Mau PPKM Turun ke Tingkatan 3 “Jika bicara arif atau tak (kebijakan penutupan obyek liburan), ya membingungkan juga. Jika menutup obyek liburan, ya patut ada jaminan lah untuk pengelolanya.

Ya minimalnya ada pangabungah (penggembira) selama kita tutup, meski tak dapat dikatakan ganti rugi. penting ada pangabungahnya, itu aja udah cukup,” sebut ia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here