Berita KALTENG, W2B.CO.ID – Palangka Raya – Pj. Sekretaris Tempat Prov. Kalteng H. Nuryakin pimpin Rapat teknis Penanganan Covid-19 di Kawasan Kota Palangka Raya. Rapat digelar di Auditorium Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (30/07/2021).

Pada pertemuan ini dibahas mengenai pengaplikasian PPKM Tahapan 3 diperketat atau PPKM jenjang 4 di Kawasan Kota Palangka Raya. Tujuannya ialah untuk menurunkan jumlah kasus Konfirmasi Harian Covid-19 di Kawasan Kota Palangka Raya hingga di bawah 50% dari rata-rata harian dalam 14 hari terakhir. Kecuali itu, menaikan angka Kesembuhan Harian Covid-19 di Kawasan Kota Palangka Raya, menurunkan jumlah Kasus Kematian Harian Covid-19 di Kawasan Kota Palangka Raya hingga di bawah 50% dari rata-rata harian dalam 14 hari terakhir dan menurunkan BOR Harian Covid-19 Rumah-Rumah Sakit di Kota Palangka Raya hingga di bawah 60%.

Pada pengaplikasian PPKM Tahapan 3 diperketat atau PPKM jenjang 4 di Kawasan Kota Palangka Raya memakai sejumlah taktik. Pertama, mengerjakan testing masif cocok dengan sasaran testing harian berbasis target cocok dengan pemetaan diantaranya testing segala kontak erat, testing segala suspek testing dengan tujuan deteksi dini kasus berbasis kategori sasaran (RT, RW, dan Sosial (Pasar, Restoran, dan lain-lain)) dan testing dengan tujuan screening kepada segala pelaku perjalanan keluar masuk Kota Palangka Raya.

Kedua, mengerjakan tracing secara tuntas kepada segala kontak erat kasus konfirmasi covid-19 dengan penanganan seperti mengerjakan Karantina Mandiri di rumah masing-masing kepada segala kontak erat yang testing antigen negatif namun belum testing testing PCR dan mengerjakan Isolasi Terkonsentrasi kepada segala kontak erat yang hasil testing antigen positif namun belum testing PCR.

Ketiga, mengerjakan perawatan secara komprehensif cocok dengan beratnya gejala seperti cuma pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit dan pasien tanpa gejala dan bergejala ringan dirawat di Sentra Isolasi mandiri yang diatur Pemerintah. Keempat, mengerjakan pengendalian pergerakan orang dalam kawasan Kota Palangka Raya secara ideal cocok hasil pemetaan zonasi sebaran kasus aktif dengan menjalankan pengetatan kriteria zonasi RT dari 7 hari menjadi 14 hari.

Kelima, mengerjakan pengetatan PPKM Tahapan 3 dalam rangka pengendalian kegiatan masyarakat di kawasan Kota Palangka Raya. Terakhir, mengerjakan pemberian bantuan sosial dan bantuan ekonomi.

Pj. Sekda memperkenalkan bahwa Pemprov mengharapkan pengaplikasian PPKM diperketat di Kota Palangka Raya.

“Kami jelaskan apakah secara teknis katakanlah jenjang 3, namun harapan dari Pemprov. Kalteng bahwa ini PPKM yang diperketat”, sebut Nuryakin.

H. Nuryakin mengatakan, cocok pedoman dari Pimpinan, adanya pengendalian dengan pengendalian orang, bagus yang masuk kawasan Kota Palangka Raya, ataupun yang keluar dari Kota Palangka Raya. Tahu oleh Nuryakin, aktivitas-aktivitas ekonomi, aktivitas esensial yang berhubungan dengan perekonomian masyarakat, progres ibadah diinginkan ada interpensi dari Pemprov. Kalteng.

“Perwali lebih dipertegas lagi, sebelum Perwali dibikin atau dikeluarkan, betapa pantasnya di koordinasikan dengan BPBD Provinsi. Artinya harapan jenjang Provinsi dan jenjang Kota Frekuensinya seharusnya sama dahulu” tutupnya.

Hadir Forkopimda serta Kepala Perangkat Tempat Prov. Kalteng dan Kota Palangka Raya berhubungan.(wdy/foto:asef)

Redaktur, W2B.CO.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here