Berita Terbaru, W2B.CO.ID – Seorang pekerja konstruksi yang tak puas dengan bayaran yang diterima merusak rumit apartemen dengan memakai ekskavator.

Jendela rusak, balkon diruntuhkan dan bongkahan beton di mana-mana, itulah yang tersisa dari rumit apartemen bertingkat rendah yang baru dibangun di kota kecil Blumberg di Jerman. Calon penghuni yang akan pindah ke apartemen baru mereka kini mesti menunggu berbulan-bulan hingga profesi koreksi selesai.

Kehancuran itu disebabkan oleh seorang pria yang tampaknya benar-benar geram atas bayaran yang diterimanya. Dia kemudian melompat ke dalam sebuah ekskavator dan mulai dengan hati-hati merobohkan komponen depan sebuah bangunan yang sudah ia tolong bangun sendiri.

Diketahui cuma sebagai Matija P (47), pria itu sudah dijuluki \\\”Excavator Rambo\\\” oleh sebagian media Jerman. Ia juga mungkin menghadapi sanksi lima tahun penjara sebab perbuatannya, dengan polisi Jerman sudah membuka kasus pidana atas kerusakan properti seperti dikutip dari Russia Today, Pekan (1/8/2021).

Baca juga: Kariyon ka Qabristan, Kuburan 400 Wanita Korban \\\’Orang demi Kehormatan\\\’

Sebuah video dari insiden yang sudah dibagikan secara luas di media sosial menampilkan alat berat merobohkan balkon kaca dan menyelesaikan jendela blok apartemen dikala Matija P. mengungkap fasad bangunan.

Aksinya itu dapat saja usai buruk bagi pekerja yang tak puas, sebab ia tak stop merusak blok apartemen itu sendiri, melainkan terus melampiaskan kemarahannya di garasi terdekat. Berdasarkan polisi, tabung gas disimpan di garasi dan amukan itu mungkin usai dengan ledakan besar.

Berdasarkan sebagian laporan media, satu-satunya alasan pria itu stop menghancurkan properti yakni fakta bahwa ekskavatornya walhasil rusak. Aksinya ini mengingatkan dengan aksi yang dikerjakan oleh seorang pekerja asal Amerika Serikat (AS), Marvin Heemeyer. Pria asal Colorado itu pada tahun 2004 mengamuk berhubungan sengketa properti. Perbedaannya yakni \\\”Rambo\\\” Jerman tak mengambil nyawanya sendiri sesudah perbuatan destruktif hal yang demikian.

Sesudah merusak, pekerja bangunan yang berubah menjadi perusak itu masuk ke mobilnya dan pergi semacam itu saja. Kemudian, Matija P. menyerahkan diri dan menyuarakan bahwa ledakan kemarahannya disebabkan oleh gajinya dibendung sebab ada sebagian kekeliruan.

Laporan media lokal bersikeras bahwa Matija P. tak mabuk atau di bawah akibat obat-obatan. Polisi juga tak menemukan alasan untuk membendungnya.

Polisi setempat dalam pernyataan mengatakan sedikitnya 30 apartemen rusak dalam insiden itu. Kerugian yang dimunculkan terhadap pemilik bangunan berjumlah sekitar Rp8,5 miliar. Petugas polisi juga mesti menutup zona hal yang demikian untuk menghindari kemungkinan kerusakan tabung gas.

Pengembang properti, Ingo Fangerow, menegaskan bahwa kontraktor sudah mendapatkan pembayarannya. Fangerow mengakui, bagaimanapun, bahwa ia sudah membendung 1,5% dari jumlah sempurna sekitarRp68,6 miliardengan alasan sebagian \\\”cacat individu\\\” dalam konstruksi.

Matija P. hampir tak dapat ingin kini untuk menerima imbalan atas usahanya. Seandainya ia tak usai di penjara Jerman, ia mungkin akan menghadapi denda yang besar untuk kerusakan properti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here