Berita JATENG, W2B.CO.ID – Kasus dugaan penggelapan “uang perkara” diduga disebut terlapor dalam kasus ini masih bergulir di Polres Semarang. Institusi Cegah Hukum Indonesia (LCKI) Jawa Tengah memandu saksi pelapor kasus dugaan ini, kembali mendatangi Polres Semarang, Rabu kemarin.

Kedatangan LCKI dan saksi pelapor menindaklanjuti pemeriksaan Polres kepada saksi yang akan diagendakan.

Ketua Divisi Aturan LCKI Jawa Tengah, Y. Joko Tirtono, mengatakan maksud kedatangan minta Satreskrim Polres Semarang yang menangani kasus ini untuk kepastian jadwal pemeriksaan saksi.

“Tadi kita diterima penyidik Unit 1 Reskrim dan minta pemeriksaan saksi pelapor langsung dijadwalkan kembali. Tadi dipersembahkan pemeriksaan saksi dijadwalkan tanggal 7 Agustus 2021,” ujarnya di Mapolres Semarang.

Dikatakan Jack –panggilan akrabnya— semula pemerikaan saksi dijadwalkan penyidik tanggal 8 Juli lalu. Agenda memeriksa dua orang saksi pelapor, adalah Edy dan Yun. Keduanya tak dapat datang sebab ada kegiatan mendesak, dia juga tak dapat memandu kliennya sebab dikala itu masih di Bali.

“Pada hari pemeriksaan kita telah sampaikan terhadap penyidik pemberitahuan izin berhalangan datang. Aku telah informasikan melalui pesan elektronik tetapi hingga dikala ini belum dibalas. Makanya kita datang padahal hari ini tak ada jadwal pemeriksaan,” jelasnya.

Jikalau saja pemeriksaan kepada saksi dikerjakan, lanjut Jack, pihaknya telah siap, sebab itu dia datang sekalian bersama saksi yang akan diperiksa. Dari pertemuan sebagian menit di ruang pemeriksaan Unit I, penyidik belum siap sehingga pihaknya minta langsung diagendakan.

“Ya dijadwalkan tanggal 7 Agustus satu hari setelah hari ini. Kita ikuti dan hormati cara kerja aturan yang sedang berjalan. Kita aktif menanyakan kelanjutan dugaan dalam perkara ini. Ada pernyataan terlapor menyebut instansi terhormat, adalah Polri dan Kejaksaan. Hakekatnya semestinya diatasi untuk keadilan dan citra terhormat institusi aturan kita,” tegasya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, kronologi perkara aduan dan pelaporan SUK diceritakan Jack, berawal bulan September 2020 adik STR adalah Ibo terjerat kasus penganiayaan kepada PRS dikala itu manager Karaoke Excellent, kepalanya dibenturkan kepala PRS sampai mengalami memar. Melainkan dapat dituntaskan secara kekeluargaan, sebab pihak Ibo telah memberikan tarif pengobatan sebesar Rp 5 juta.

“Awam seperti itu korban melapor hari itu juga Ibo segera dicokok dan dibendung di Polres Semarang. Dalam perjalanan diperiksa BAP dan masa penahanan SUK menawarkan jasa dapat menolong menuntaskan perkara tak hingga ke sidang,” ungkapnya seusai menyerahkan aduan dan pelaporan di Mapolres Semarang, sebagian waktu lalu.

Berangkat dari rayuan dan ajakan menolong mendamaikan, pihak keluarga dipinta menyediakan uang buat Kepolisian dan Jaksa Penuntut Disebutkan (JPU) Kejari sebesar Rp 175 juta yang diberi secara berjenjang.

“Rinciannya, diberi pertama terhadap SUK di rumah Ibo sebesar Rp 75 juta. Kemudian di rumah kakaknya sebesar Rp 50 juta, dan terakhir diberi di restoran Paradise Karaoke sebesar Rp 50 juta,” jelasnya.

Bahkan, Ibo sudah menjalani masa tahanan di Polres ataupun di LP Benteng Ambarawa. Adapun saksi yang mengamati dan mendengar dugaan kasus hal yang demikian adalah Edy, Siti Mintarsih, Ibo dan Yenni.

“SUK terhadap klien kami mempersembahkan uang telah dibagi-bagikan terhadap regu. Aku masih ada sisa sekitar Rp 22 juta akan dikembalikan tetapi hingga dikala ini belum ada pertangungjawaban,” tandasnya.

Atas dugaan pelanggaran melawan aturan hal yang demikian, pihaknya minta Polres Semarang memproses aturan kepada SUK dan siapa-siapa saja yang menimati uangnya. Pihaknya sudah dirugikan dan tak terima sudah dibujuk dan dibohongi.

“Hakekatnya hingga nyokot korps Kepolisian dan Kejaksaan kan membahayakan, karenanya kami laporkan. Mengarah untuk mengurus dan ada bahasan dibagi. Kami melaporkan atas pelanggaran pasal 368 KUHP seputar perampasan, 372 KHUP pembohongan, 378 KUHP seputar penggelapan junto 55 KHUP seputar siapa ikut serta merasakan,” tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi wartawan koranpagionline.com SUK mengungkapkan, bahwa benar jumlah uangnya ada Rp 175 juta. Uang itu untuk fee advokat, tali asih terhadap PRS, serta pengurusan kasus Ibo. Pihaknya akan mencontoh layak aturan yang berjalan sehingga masyarakat akan paham kebenaran yang sebenar-benarnya.

“ terang, aku disini boleh dikatakan “Wong Nulung Kepenthung”. Aku akan mencontoh layak dengan aturan yang ada saja dan siap kooperatif jikalau memang kasus ini hingga pada cara kerja aturan. saja,” ujarnya. (muz)

Redaktur, W2B.CO.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here