Berita JATIM, W2B.CO.ID – KH Abdullah Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Darul Arifin, Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur kena denda Rp 10 juta.

Gus Aab, sapaan akrabnya, didenda sebab menggelar pernikahan si kecil perempuannya pada masa Pelegalan Pengaturan Aktivitas Masyarakat (PPKM) Jenjang 4. Sidang digelar secara daring dari ruang Satuan Polisi Pamong Praja dan Pengadilan Negeri Jember, Jumat (30/7/2021) petang dan ia siap membayar denda yang dijatuhkan.

“Mulanya acara akan digelar pada 11 Juli 2021. Kemudian ada PPKM hingga 20 Juli. Walhasil dundur hingga 22 Juli. Persiapan tanggal 11 Juli itu telah hampir 100 persen,” kata Gus Aab.

Terbukti, PPKM diperpanjang. “Dan sepertinya ingin usai pada 25 Juli, apabila dipandang cara kerja seperti itu. Antara iya dan tak. Kemudian kami menetapkan (menggelar) pada 28 Juli 2021,” kata Gus Aab. Keputusan menggelar pernikahan pada tanggal itu diambil pada 24 Juli.

“Kami baru tahu pada 25 Juli malam apabila PPKM diperpanjang lagi. Ya telah kami putuskan pada 28 Juli konsisten dikerjakan akad saja dan walimahan terbatas. Hanya terop mulai tanggal 7 Juli telah berdiri di pondok. Baru kemudian digunakan beberapa,” kata Gus Aab.

Acara berlangsung sekitar satu jam, dengan pembacaan qiro’at dan salawat nabi. Gus Aab mengatakan, jumlah pengunjung sekitar 70 orang. Sementara kapasitas ruangan terop berukuran 60 kali 80 meter. Tetapi dia mengakui ada undangan yang tak mendapatkan konfirmasi mengenai perubahan acara. “Itu yang luput,” katanya.

Mengenai foto bersama tanpa masker yang beredar di media sosial, Gus Aab mengatakan, itu foto keluarga. “Itu foto keluarga gunakan seragam. Itu acara walimah terbatas dengan keluarga. Sekiranya bukan keluarga, tidak mungkin diseragami seperti itu. Kebetulan aku satu keluarga ada tujuh orang dan masing-masing punya si kecil-si kecil sekian. Di foto itu saudara segala. Keluarga besar Bani Syamsul, putra abah,” katanya.

Ketua Satuan Tugas Covid Pengurus Cabang NU Jember Ayub Junaidi mengapresiasi penegakan tata tertib yang dilaksanakan Satuan Tugas Penanganan Covid Pemkab Jember. “Kami menghargai vonis itu sebagai komponen dari penegakan regulasi pada masa pandemi,” katanya. [wir/suf]

Redaktur, W2B.CO.ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here